Sabtu, 22 September 2007

Asal usul rokok/ pengguna tembakau di luar negeri


Tidak bisa diragukan lagi bahwa para pribumi benua Amerika adalah orang-orang yang pertama kalinya menyebar luaskan penggunaan tembakau, menyalakan dan menghisap asapnya. Mereka inilah yang pertama sekali menjadi pioneer tembakau, menanam dan memeliharanya serta menhisapnya seperti tembakau yang kita kenal sekarang. Mereka ini dipastikan berasal dari semenanjung Yucatan di Mexico.

Juga dapat dipastikan bahwa suku Maya di Amerika Tengah adalah pengguna tembakau. Kemudian setelah budaya Maya hancur, maka para suku-suku bangsa Maya ini bertebaran dengan membawa tembakau menuju baik ke Selatan maupun Utara benua Amerika. Penyebaran keseluruh dunia dimulai setelah pelayaran Christopher Columbus pada tahun 1492. Menurut kisah sebenarnya Columbus hanya mencari emas, tetapi anak buahnya yang merasakan asap tembakau, menikmatinya. Dan Columbus “memasarkannya” di Eropa. Spanyol, Inggris dan negara-negara Eropa penjajah lainnya berlomba membuat produksi di negara-negara jajahannya.

Belanda memperkenalkannya dengan menanam di Deli, Sumatra dan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Nama Situbondo, Bondowoso dan Jember dan Magelang serta Deli, dikenal oleh penggemar tembakau baik di Bremen, Jerman atau di London.

Kertas rokok

Seorang pegawai sebuah produsen kertas di Sumatra Bagian Selatan, memgemukakan bahwa pabrik tempatnya bekerja memproses pembuatan kertasnya, kertas biasa maupun pembungkus rokok atau cigarette. Kertas pembungkus cigarette itu mengandung zat kimia tertentu (chlor ?) yang kalau dibakar dan asapnya masuk kedalam paru akan mengakibatkan terganggunya kesehatan.